Boikot Produk Israel: Fatwa MUI dan Konsekuensinya untuk Konsumen di Indonesia

Boikot Produk Israel: Fatwa MUI dan Konsekuensinya untuk Konsumen di Indonesia – Menghindari Produk yang Mendukung Israel: Fatwa MUI sebagai Dasar Utama. Di tengah masyarakat Indonesia, semakin marak tren menghindari pembelian atau penggunaan produk-produk yang terkait dengan perusahaan yang mendukung Israel dalam serangan terhadap Jalur Gaza Palestina. Pendorong utama dari tindakan ini adalah Fatwa MUI.

Fatwa MUI: Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina

Boikot Produk Israel Fatwa MUI dan Konsekuensinya untuk Konsumen di Indonesia
Source : LSE Blogs – London School of Economics

Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru-baru ini mengeluarkan fatwa terkait hukum dukungan terhadap perjuangan Palestina. Dalam fatwa tersebut, MUI dengan tegas menyatakan bahwa membeli produk yang mendukung Israel dianggap hukumnya haram.

Klarifikasi dari LPPOM MUI: Produk Tetap Halal, yang Diharamkan adalah Dukungan terhadap Israel

Pada akibatnya, ramainya perbincangan ini mendorong Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Muti Arintawati, untuk memberikan klarifikasi.

“Menurut pemahaman saya, fatwa MUI tidak mengharamkan produk itu sendiri, tetapi mengharamkan perbuatan yang mendukung Israel,” ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Sabtu (11/11/2023).

Produk Tetap Halal Menurut Sekretaris Komisi Fatwa MUI

Sementara itu, Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Miftahul Huda, menjelaskan bahwa yang diharamkan oleh MUI bukanlah produk atau zatnya.

“Produk tetap dianggap halal selama memenuhi kriteria kehalalan. Namun, yang benar-benar diharamkan adalah aktivitas atau perbuatan yang mendukung Israel,” ujarnya.

Miftahul menegaskan bahwa dalam Fatwa MUI, hanya disebutkan bahwa yang diharamkan adalah bagi mereka yang mendukung aksi agresi di Gaza Palestina, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Jadi, yang diharamkan adalah perbuatan dukungan tersebut, bukan barang yang diproduksi. Oleh karena itu, penting untuk memahaminya dengan benar,” tambahnya.

Dengan begitu, konsumen di Indonesia diingatkan untuk tidak salah dalam menafsirkan fatwa ini. Meskipun dukungan terhadap Israel diharamkan, produk yang dihasilkan tetap dianggap halal selama memenuhi standar kehalalan yang ditetapkan oleh MUI. Pemahaman yang tepat tentang fatwa ini menjadi kunci dalam mengambil keputusan konsumen yang cerdas dan bermoral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *