2
87

Menangkap Ikan Teri di Pantai Selatan Pelabuhan Ratu

Hallo sobat pinter kali ini saya akan meneruskan berbagi pengalaman saya. Kali ini tentang kisah saya yang ikut menangkap ikan teri di Pantai Selatan bersama nelayan. Pengalaman ini diambil ketika saya sedang masih duduk di bangku kuliah. Praktek laut penangkapan ikan adalah sebutan mata kuliahnya atau di singkat saja PLPI. Yuks, langsung simak saja ya. Selamat menikmatinya.

Penangkapan ikan teri yang mudah tapi harus ekstra

nelayan melaut

Tepatnya ketika  saya sedang berada di semester 7  bangku kuliah.

Kebetulan saya mengambil jurusan perikanan laut mengenai alat tangkap. Tempo itu saya dan teman-teman melaksanakan kegiatan PLPI yang sudah di tuliskan diatas tadi. Kegiatan ini adalah proses peangkapan ikan teri bersama nelayan bagan selam 12 jam semalaman.

Oiya perlu kalian tahu, menangkap ikan teri itu tidaklah gampang. Seperti apa yang diucapkan nelayan ikan teri.

Pada intinya nelayan harus memiliki kemampuan dalam memprediksi tempat adanya gerombolan ikan. Jika salah dalam menentukan lokasi maka hasil tangkapan nantinya akan berpengaruh.

Daerah yang menjadi tangkapan ikan teri

daerah ikan teri

Pantai selatan yang saya maksud disini adalah Palabuhan ratu Sukabumi Jawa Barat. Kira-kira jarak saya melaut dari bibir pantai dengan tempat penangkapannya adalah 3-5 kilometer. Itu sudah lumayan jauh.

Tidak disangka perjalanan saya akan memakan waktu lama menuju lokasi penangkapan, perjalanan saya menempuh waktu hampir 1 jam menuju lokasi penangkapan ikan.

Namanya alat tangkap Bagan, untuk menangkap ikan teri

alat tangkap bagan

bangsaonline.com

Apa itu alat tangkap ikan Bagan? Perlu diketahui, bagan adalah alat tangkap yang  dikhususkan untuk menangkap ikan teri. Ini sesuai pengalaman saya yang saya amati.

Bagan terbuat dari bahan dasar bambu yang di rangkai. Mempunyai jaring dan saung di tengahnya yang berguna untuk berteduh dan tempat istirahat nelayan.

Cara mengoperasikannya cukup sulit bagi pemula. Pertama-tama nelayan mengatur dan menyiapkan lampu-lampu yang berguna untuk mendatangkan ikan teri pada malam hari.

Seperti yang dipelajari saat kuliah, ikan teri ini bersifat fototaksis posisif . Maksudnya, ikan teri sangat tertarik dengan cahaya.

Teluk Pantai Selatan masih banyak terdapat ikan teri

teluk palabuhan ratu

Google Map

Tepat tiga tahun yang lalu, saya dan teman-teman sekelas melakukan kegiatan ini di Palabuhan ratu. Lokasi pelabuhan ini salah satu bagian dari Pantai Selatan, tepat diarah selatan laut lepas terdapat Samudra Hindia.

Operasi penangkapan ikan teri ini dilakukan di sekitaran teluknya saja. Sebab ikan teri banyaknya di lokasi tersebut.

Oiya, perlu kalian tahu lagi selain banyak nelayan ikan teri di Palabuhan ratu, ada juga nelayan lainnya. Contohnya nelayan ikan layur, tongkol,  tuna dan cumi.

Selain itu banyak kapal dan alat tangkap yang beragam. Tempat ini sudah menjadi bagian dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN). Maka tidak heran salah satu tempat beraktifitasnya perikanan di Jawa Barat.

Selain lokasi ini dijadikan sebagai kegiatan perikanan. Dari segi pariwisata juga ada. Banyak tempat yang menyuguhkan keindahan pantai selatan ini.

Proses penangkapan

penangkapan ikan teri

Nah pada bagian ini akan ditulis mengenai proses penangkapan ikannya. Berikut ini adalah  metode yang digunakan oleh nelayan dalam menangkap ikan teri.

Tepat pada  pukul 18.00 WIB yaitu saat sampai di rakit bagan, bapak nelayan dan saya menyiapkan alat- alat yang akan digunakan. Perlengkapan tersebut adalah genset, lampu serta kebutuhan makanan seperti air dan nasi timbel.

Selanjutnya, genset dihidupkan dan lampu di pasang pada bagian yang sudah ditentukan. Pada pukul 19.00 WIB kurang lebihnya, bapak nelayan ini mulai menghidupkan lampu dan menurunkan jaring pada bagan.

Setelah jaring di turunkan dengan sempurna, maka saatnya saya dan bapak nelayan menunggu hingga satu jam atau lebih. Hal ini untuk memastikan ikan yang datang sudah banyak.

Sambil saya menunggu hasil tangkapan, saya memanaskan air untuk minum kopi. Cuaca yang sangat dingin memaksa saya untuk menyeduh kopi supaya menghangatkan badan.

Selain dingin karena angin laut, perlu kalian tahu juga gelombang laut membuat kepala pusing. Dijamin mabuk deh, apalagi jika baru pertama kali melaut. Hehe

Tak terasa lamanya selang satu jam menunggu, ikan sudah terkumpul dalam perangkap jaring. Bapak nelayan segera memutar Rolling pada Bagan. Alat ini berfungsi untuk mengangkat jaring dari bawah ke atas permukaan air. Sesekali saya mencoba memutar rolling tersebut, ternyata benda tersebut sengat berat sekali. Butuh tenaga yang kuat untuk memutarnya.

Tidak memakan waktu yang lama untuk mengankat jaring. Sekitar 4-5 menit, jaring sudah terangkat ke permukaan dan banayak ikan tertangkap.

Tidak hanya ikan teri saja, layur dan cumi pun ada  yang tertangkap juga. Saya membantu menyerok ikan dari jaring menggunakan serok diajari oleh bapak nelayan.

ikan teri

Ikan-ikan hasil tangkapan tadi dikumpulkan dalam wadah. Pada pengangkatan pertama, atau yang sering disebut hauling, Alhamdulillah kami mendapatkan total 5 wadah. Setelah semua ikan diambil, jaring di turunkan kembali ke dalam air laut.

Proses operasi penangkapan ikan teri ini berlangsung selama 12 jam dengan lima kali hauling. Hasil tangkapan yang saya peroleh bersama nelayan kurang lebih semuanya ada 30 kilogram.

Wah, bagi saya itu adalah perolehan yang lumayan. Begitupun kata bapak nelayan “hasil ikan tadi sudah menjadi rata-rata jumlah tangkapan kami”.

Aktifitas lain selama proses penangkapan

memancing

Wajib untuk diketahui juga nih.. hehe, ada hal yang asik selama saya melaut malam hari di Pantai Selatan. Selain menangkap ikan teri sebagai targetan utama, saya bisa memancing sembari menunggu jaring pada bagan dipenuhi ikan.

Sudah tahu kan bagaimana cara memancing di laut malam-malam? Ini saya kasih tahu pengalaman saya. Pertama-tama siapkan nilon kira-kira secukupnya, kalau saya dulu 30 meter. Dan jangan lupa nilon tersebut digulungkan. Yang kedua adalah mata pancing dan timah yang ukurannya menyesuaikan. Kalau dulu sih saya pakai ukuran 7.

Setelah semua disetting, siapkan umpannya. Ikan cumi yang tertangkap tadi, saya jadikan umpan untuk memancing pada waktu itu.

Udah deh, kalau semuanya siap masukan umpan kedalam mata pancing lalu lempar jauh-jauh.  Dikira-kira juga ya, jangan sampai melempar sampai ke bibir pantai. Hehe. Hasil yang saya dapatkan dari memancing sekitar 30 menit adalah 2 ekor ikan karang.

Betapa senangnya saya waktu itu, karena benar-benar baru pertama kali saya memancing di laut.

Hasil ikan teri sudah bnyak saatnya bersandar kembali ke Dermaga

kapal bersandar

Tepat pada pukul 06.30 WIB pagi, saya dan bapak nelayan dijemput oleh kapal pengangkut. Kami kembali ke Dermaga tempat bersandar kapal. Setibanya di Dermaga, tidak disangka banyak sekali orang yang sedang menunggu. Tercenung saya berfikir, “loh ko banyak sekali orang di pinggiran Dermaga?”.

Ternyata, setelah saya keluar dari kapal bersama bapak nelayan. Tidak lupa dengan hasil tangkapan ikan semalam. Seketika ada orang yang langsung menyerobot membawakan ikan hasil tangkapan kami.

Orang tersebut adalah pengepul ikan teri atau sering disebut bandar ikan. Merekalah yang sering membeli hasil tangkapan ikan teri di dermaga.

Sisi lain dibalik curhatan sang nelayan ikan teri

nelayan ikan teri

‘Dari tampilannya seorang nelayan identik dengan kotor dan bau’

Mungkin itulah sebuah kalimat yang sering terbenak di dalam pikiran kita. Saya pernah bercakap dan berbagi pengalaman bersama nelayan-nelayan. Khususnya bapak nelayan ikan teri yang ada dalam artikel ini.

Namanya adalah Pak Nana. Beliau sudah lama menjadi seorang nelayan di daerah Palabuhan ratu. Perlu diketahui ternyata upah yang didapatkan olehnya bergantung kepada banyaknya hasil tangkapan ikan.

Kata beliau, salah satu penyebabnya musim atau bulan yang  menentukan banyaknya ikan di lautan.

Musim yang berpotensi banyaknya ikan adalah musim barat. Begitupun sebaliknya musim timur sangatlah tidak direkomendasikan untuk menangkap ikan. Itulah yang saya dapat dari nelayan. Yah hampir sedikit sama juga dengan materi yang diberikan dosen.

Namun, tetap saja ada bedanya antara materi dan praktek di lapangan.

Satu hal lagi yang saya dapat dari cerita Pak Nana, bahwa ‘nelayan tidak semiskin itu nak’. Beliau bercerita temannya pernah mendapatkan hasil tangkapan yang selalu banyak. Tak disangka bagi saya, dengan pakaian yang kotor dan bau tapi isi dompet yang tebal. Mau tebal gimana, dalam satu kali melaut bisa mendapatkan 5-7 juta rupiah dari hasil menjual ikan.

Begitulah akhir dari pengalaman saya ketika ikut melaut semalaman di Pantai Selatan. Terkadang saya selalu ingat kenangan itu dan rasanya ingin mencoba melaut lagi di Bagan yang membuat seru. Demikian  dan sampai jumpa kembali di artikel saya selanjutnya.

 

 

 

 

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply

%d bloggers like this: