Pengertian Makanan dan Minuman Haram

Pengertian Makanan dan Minuman Haram– Hai manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi, apa yang halal dan apa yang suci. Dan janganlah kamu mengikuti jejak setan (yang suka melampaui batas atau melampaui batas). Sesungguhnya setan adalah musuhmu yang sebenarnya. (QS 2:168)

Diharamkan bagi kamu semua bangkai, darah, babi, dan binatang yang tidak disembelih dengan menyebut nama Allah, binatang yang dicekik, dipukul, jatuh, bertanduk, yang dimakan binatang buas kecuali kamu sempat menyembelihnya, dan juga diharamkan bagimu hewan yang disembelih. untuk dipersembahkan kepada berhala. (Al-Qur’an 5:3)

Pengertian Makanan dan Minuman Haram
Sumber : Pxhere

Halal berarti dibenarkan. Kebalikannya adalah haram, artinya dilarang, atau tidak dibenarkan menurut hukum Islam. Sedangkan thoyyib artinya berkualitas dan tidak membahayakan kesehatan.

Kita wajib makan makanan yang halal dan thoyyib, artinya kita harus makan makanan yang sesuai dengan tuntunan agama dan berkualitas baik, tidak merusak kesehatan kita.

Dalam ajaran Islam, semua jenis makanan dan minuman pada dasarnya halal, kecuali hanya beberapa yang diharamkan. Yang haram menjadi halal dalam keadaan darurat. Sebaliknya, yang halal bisa menjadi haram jika dikonsumsi melebihi batas.

Pengertian halal dan haram sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan masalah makanan dan minuman, tetapi juga menyangkut perbuatan. Jadi ada perbuatan yang halal, ada juga perbuatan yang dilarang.

Pengertian makanan dan minuman halal meliputi:
1. Halal secara substansi
2. Halal cara mengolahnya
3. Cara mendapatkannya yang halal, dan
4. Minuman yang tidak halal

I. Makanan yang halal substansinya

Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Terlalu banyak bahkan hampir semua jenis makanan halal dan bisa dikonsumsi. Di sisi lain, ada terlalu sedikit jenis makanan terlarang yang tidak boleh dikonsumsi.

Hikmah larangan ini jelas adalah Allah Yang Maha Mengetahui. Kebaikan larangan tersebut jelas untuk kemaslahatan dan kebaikan bagi manusia itu sendiri. Diantaranya, sebagai penguji ketaatan spiritualnya melalui makanan dan minuman dan agar orang tahu/ingin bersyukur.

Bangkai, darah dan babi dilarang keras oleh Allah, sesuai dengan ayat di atas. Selanjutnya, semua hewan yang mati tanpa melalui proses penyembelihan adalah haram, disamakan dengan bangkai. Termasuk hewan yang mati dalam pengangkutan walaupun hanya untuk waktu yang singkat, tidak diperbolehkan untuk disembelih dan dikonsumsi oleh manusia.

II. Makanan halal sesuai prosesMakanan halal tetapi jika diolah dengan cara yang tidak halal, maka menjadi haram. Pemrosesan secara ilegal jika dilakukan:

1. Penyembelihan hewan yang tidak dilakukan oleh seorang muslim, dengan tidak menyebut nama Allah dan menggunakan pisau yang tajam.2. Penyembelihan hewan yang jelas-jelas ditujukan atau dipersembahkan kepada berhala (sesaji).
3. Karena darah diharamkan, maka dalam penyembelihan, darah hewan yang disembelih harus keluar seluruhnya, dan urat leher serta saluran pernafasan harus diputus dan harus dilakukan dengan sopan, dengan menggunakan pisau yang tajam.
4. Daging hewan yang halal tercemar zat haram atau tidak halal menjadi tidak halal. Yang dimaksud dengan tercemar disini dapat melalui pencampuran dengan bahan yang tidak halal, baik berupa bahan baku, bumbu atau bahan penolong lainnya. Bisa juga karena tempat dan alat yang digunakan untuk mengolah bahan non halal tidak terpisah.
5. Adapun ikan, baik yang hidup di air tawar maupun yang hidup di air laut, semuanya halal meskipun tidak disembelih, termasuk semua jenis hewan yang hidup di air.
6. Selain di atas, ada beberapa jenis hewan yang diharamkan menurut pendapat para ulama, namun landasannya tetap mengundang perbedaan pendapat.

III.  Cara halal mendapatkannya

Seorang muslim yang taat sangat memperhatikan makanan yang dikonsumsinya. Islam memberikan tuntunan agar umat Islam hanya makan dan minum yang halal dan thoyyib, artinya makanan yang sehat rohani dan higienis.
Mengkonsumsi makanan yang diperoleh dengan cara yang tidak halal artinya tidak halal secara rohani akan sangat berdampak negatif bagi kehidupan rohani seseorang. Darah yang mengalir di tubuhnya menjadi menakutkan, sulit untuk menemukan kedamaian, hidupnya menjadi kejam, dia tidak pernah tahu kepuasan, dia tidak pernah tahu rasa syukur, ibadah dan doanya sulit diterima oleh Tuhan.

IV. Minuman tidak halal

Semua jenis minuman yang memabukkan adalah haram. Termasuk minuman yang tercemar zat memabukkan atau bahan yang tidak halal. Yang paling banyak beredar saat ini adalah minuman beralkohol.
Kebiasaan mabuk-mabukan dengan meminum minuman keras sepertinya sudah ada sejak lama dan sudah menjadi kebiasaan hampir semua bangsa di dunia. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, masyarakat Arab juga memiliki kebiasaan ini. Rasulullah menghapus kebiasaan buruk ini secara bertahap.
Pertama, melarang orang shalat dalam keadaan mabuk (QS. 4:34).

Selanjutnya, disebutkan bahwa alkohol atau minuman keras adalah dosa atau kejahatan yang lebih besar

Sekian artikel bisapinter semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *