Peringatan Hari Batik Nasional 2 oktober 2022

Peringatan Hari Batik Nasional 2 oktober 2022 – Sejumlah pengunjung Malioboro mengikuti kegiatan membatik secara besar-besaran.Agenda ini digelar setiap tahun pada Sabtu, 2 Oktober (10 Januari 2022) di Malioboro Walk sisi barat Pasar Belinharjo tepatnya. dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional di daerah. Selain upaya edukasi dan pengenalan budaya batik kepada pengunjung, kegiatan ini juga mendukung Malioboro sebagai panggung pertunjukan terpanjang di Jogja.
Salah satu pengunjung yang hadir adalah Eed Van Deerven, traveler dari Belanda, negeri kincir angin. Eed mengaku tertarik mengikuti kegiatan membatik skala besar karena ingin bereksperimen dengan proses pembuatan batik secara langsung yang membutuhkan proses panjang sebelum bisa dipakai.

Peringatan Hari Batik Nasional 2 oktober 2022
Sumber : Wikimedia Commons

“Kebetulan saya sedang berlibur bersama keluarga dan mengunjungi beberapa destinasi wisata di Jogja. Saya tertarik mengikuti Masbatik untuk merasakan dan merasakan,” kata Idul Fitri.

Tidak hanya edukasi membatik, peringatan Hari Batik Nasional juga dirayakan dengan berbagai atraksi kepada pengunjung Malioboro dengan segala jenis kain batik. Usai menghibur pengunjung dengan street fashion show yang menampilkan berbagai jenis motif batik, ada pula tarian kain batik dari berbagai komunitas.

Yanuar Nugroho, Manajer Toko Batik Hamzah, mengatakan edukasi membatik secara besar-besaran telah menyediakan kain batik emboss sepanjang 20 meter bagi pengunjung. Pengunjung dan wisatawan yang tertarik bisa langsung mencobanya secara gratis.

Antusiasme pengunjung untuk menikmati acara dan kegiatan batik skala besar sangat penting. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa merasakan pewarnaan batik.

Dengan sabar dan susah payah, mereka perlahan-lahan menggoreskan malam yang telah disiapkan ke atas kain. Kain batik sepanjang dua puluh meter melapisi jalan pejalan kaki Malioboro dengan pewarna, cat, lilin, kompor dan canting.

Motif batik yang ditawarkan adalah motif yang kurang dikenal seperti motif parang dan kaung. Karena motif dan detailnya tidak terlalu banyak, tidak terlalu sulit bagi pengunjung untuk membatik.

“Motifnya biasa saja dengan parang dan kaung. Karena ini untuk edukasi, hanya basic saja, jadi pengunjung relatif familiar. Jogja sebagai kota batik dunia, saya harap kita bisa mengenalkan batik ke lebih banyak orang. ,” kata Yanuar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *