1
34

Permainan Tradisonal Kelereng Dapat Melatih Fokus

Pertama-tama perkenalkan, saya adalah orang yang akan berbagi sebuah pengalaman semasa kecil. Ide yang saya tulis ini untuk mengisi catatan pertama blog saya.

Berdasarkan tugas yang diberikan oleh sang guru untuk menuliskan kisah atau pengalaman bebas diri dari mulai kecil sampai sekarang.

Saya memilih untuk membuat sebuah catatan yang bertemakan pengalaman memainkan kelereng semasa kecil bersama teman.Setiap daerah, permainan kelereng dimainkan dengan aturan yang berbeda-beda.

Seperti halnya di daerah saya, kelereng dimainkan oleh dua orang atau lebih dengan skema lapangan yang telah diatur.

Untuk lebih jelasnya nanti akan ditulis dalam artikel ini terkait aturan, pembuatan lapangan atau batas-batasnya, beberapa pelanggarannya dan lain-lain terkait permainan kelereng.

Apa itu kelereng

Dalam bahasa saya, kelereng adalah sebuah bola kecil yang terbuat dari kumpulan kaca padat. Biasanya terdapat beberapa motif warna maupun corak yang bermacam-macam.

Biasanya warna tersebut ialah hijau, kuning, merah, ungu, putih dan warna lainnya.

Ukurannya sangat kecil kurang lebih satu centimeter. Akan tetapi ada juga yang ukurannya lebih besar yaitu tiga sampai dengan empat sentimeter.

Kelereng adalah benda yang sangat lumayan keras. Benda ini jika di lemparkan ke dasar tembok akan memantul kembali dengan kondisi fisik yang baik.

Maka dari itu permainnya dilakukan dengan mengadukan atau membanting kelereng satu dengan yang lainnya.

Bagaimana permainan kelereng dilakukan?

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, permainan kelereng pada dasarnya melemparkan untuk mengadukan kelereng satu sama lain.

Asiknya bermain kelereng, adalah ketika sasaran atau target kita terkena. Selain itu dengan dilakukan dua orang atau lebih maka permainan semakin seru.

Aturan yang menjadi ciri khas permainan ini adalah adalnya sebuah lingkaran.

Pola yang dibuat melingkar dengan diameter antara 10-15 cm atau lebih. Lingkaran ini mempunyai sebuah fungsi untuk mengumpulkan seluruh kelereng yang dipasang. Kelereng yang dipasang ini adalah modal yang ditaruhkan oleh semua pemain yang terlibat. Selain itu para pemain mempunyai sebuah gundu.

Dalam hal ini gundu adalah sebuah kelereng yang dijadikan pegangan pemain untuk disasarkan ke target.

Di daerah saya, pemain hanya memililiki hanya sebuah gundu di kampung saya. Kelereng yang satu ini biasanya memiliki corak yang bagus dan dijadikan jagoannya.

Ada aturan yang perlu diketahui dalam permainan kelereng

Aturan yang menjadi dasar seorang menang adalah ketika gundu atau kelereng kita mengenai kelereng lawan.

Jika gundu tersebut mengenai atau menyasar kelereng target maka lawan yang memilikinya kalah. Biasanya itu terjadi setelah isi lingkaran kelereng sudah habis.

Isi lingkaran kelereng adalah kumpulan dari beberapa kelereng yang dijadikan modal.

Pemain dapat melempar gundu pada isi lingkaran dipermulaan game.

Dan Jika lemparan mengenai kumpulan kelereng yang dijadikan modal, maka si pemilik gundu berhak mendapatkan kelereng tersebut.

Maksud dari mendapatkan kelereng adalah jika ada kelereng yang keluar dari garis lingkaran.

Dengan itu, si pemilik gundu berhak mengambil hadiah kelereng yang keluar. Namun, jika gundu yang digunakan masuk dan diam di dalam lingkaran maka itu adalah pelanggaran.

Pelanggaran-pelanggaran yang terdapat didalam permainan kelereng

Ini adalah pelanggaran pada saat bermain kelereng di kampung halaman saya :

  1. Jika gundu yang di gunakan untuk melempar pada target lingkaran masuk dan diam didalamnya, maka pemain dianggap kalah

  2. Jika pemain menggeser target dengan sengaja maka dia dianggap kalah

  3. Jika pemain melakukan berulang ulang atau lebih dari dua kali lemparan, maka dia dianggap kalah

Permainan kelereng sudah hampir punah di zaman now

Permainan ini salah satu budaya tradisional yang ada di daerah saya. Namun di zaman sekarang permainan kelereng sangat jarang dimainkan.

Seperti halnya permainan-permainan tradisional lainnya  sudah jarang sekali dimainkan oleh anak-anak.

Sulit sekali untuk bersaing dengan game online yang sangat mempengaruhi aktifitas anak. Meskipun masih ada sebagian yang memainkannya walaupun sedikit, saya masih senang.

Selain itu berharap nantinya permaian ini masih bisa dijaga. Karena ini adalah sebuah karya budaya anak zaman dahulu.

Dapat melatih konsentrasi dari bermain kelereng

Ketika saya bermain kelereng semasa kecil dengan teman-teman sebaya.

Satu hal yang saya rasakan adalah melatih fokus. Sebab apa, permaiann ini menuntut kita untuk tepat sasaran. Sama halnya dengan bermain panahan.

Lamanya pertandingan kelereng

Dalam pertandingan kelereng, lama pertandingan tidaklah menjadi hal yang diperhatikan.

Sepengelaman saya, semakin banyak pemain yang bermain maka pertandingan akan semakin lama. Apalagi di tambah teman-teman yang sangat jago dalam bertanding.

Saya pernah bertanding dengan teman yang lumayan pada jago-jago. Saat itu, pertandingan dimulai dari jam 08.00 pagi. Ternyata, tidak disangka akan memakan waktu selama satu jam. Wah, itu sangatlah melelahkan bagi saya. Akan teteapi dengan saya menikmatinya, semuanya tidak akan terasa.

Tempat yang dijadikan pertandingan kelereng

Saya melakukan pertandingan biasanya di atas tanah. Jenis tanah yang dijadikan tempat adalah tidak terlalu keras.

Selain bersih dari kotoran-kotoran. Terkadang saya dan teman teman-teman juga bermain di tanah yang sedikit ada pasir.

Karena dengan adanya sedikit pasir, kita mudah untuk membuat batas linngkaran.

Waktu permainan dalam pertandingan

Pengalaman saya, bermain kelereng lebih nyaman di pagi hari dan sore. Sekitar pukul 08.00 ketika terik matahari tidak terlalu panas.

Karena dengan bertanding pada pagi hari bisa mneghirup udara segar. Selain itu matahari juga sedang memancarkan sinar yang hangat dan sehat.

Permaian ini digelar di tempat yang teduh karena memang cukup nyaman. Supaya  saya dan pemain lainnya dapat fokus ketika dalam pertandingan.

Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun ikut serta dalam pertandingan kelereng

Pertandingan kelereng ini dimainkan saya dan teman-teman yang berusia 6-10 tahun. selain itu, ada juga orang dewasa yang kadang bermain.

Saya pernah bermaian sampai dengan 20 orang. Tidak memandang usia, yang penting bisa bermain dan memahami pertandingan.

Menurut saya, permainan akan seru jika jumlah pemain sangat banyak. Karena saya kadang bisa bercanda dan saling ejek-ejekan. Sesekali, ada juga orang dewasa yang kadang usil dan mengganggu konsentrasi. Dampaknya, tidak bisa melempar gundu dengan akurat.

Keuntungan jika menang bertanding kelereng

Nah, kali ini saya akan membagi pengalaman jika menang di pertandingan.

Awalnya saya tidak tahu mau diapakan hasil kelereng yang banyak. Tapi, seperti teman saya semuanya mereka menjual kembali kelereng yang didapatkan dari pertandingan. Yah, mungkin dari dulu sudah belajar dagang dan usaha makanya pengen jadi wiraswasata.

Saya pernah menang banyak didalam pertandingan kelereng. kelereng hasil dari pertandingan yang didapatkan. Selanjutnya saya jual saja kepada teman yang sudah kehabisan kelerengnya. Hehe.. jika dulu saya menjualnya 500 rupiah untuk 20 kelereng. Harga segitu jika dibandingkan pada zaman sekarang sangatlah kecil, namanya juga jadul. Hehe.

Permainan dengan gundu yang besar

Oiya, sempat saya singgung tadi ukuran kelereng yang besar. Biasanya, di tempat saya gundu yang besar adalah Galendo.

Nah kelereng jenis ini bisa berukuran diameter 3-5 cm.

Aturan yang dipakai seperti biasanya dipakai. Tetapi ada sedikit tambahan aturan, jika menggunakan galendo, pemain tersebut harus memasang 2 kali lipat dari biasanya.

Perlu diketahui juga, menggunakan gundu yang besar perlu tenaga jari yang kuat. Karena berat dan ukurannya yang besar dari kelereng biasa.

Pengalaman saya memakai gundu yang berukuran besar, berpengaruh pada jarak lemparan.

Jika memakai galendo ini memang bagus untuk menyasar target. Akan tetapi ada kelemahannya yaitu perlu tenaga jari yang kuat.

Nah itulah salah satu pengalaman saya dalam bermain kelereng. Tulisan ini adalah artikel pertama saya. Untuk kedepannya nanti, akan di tulis pengalaman yang lain. Sekian dan terimakasih.

 

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply

%d bloggers like this: