4
4376

40+ Tanaman Hidroponik Yang Mudah Dibudidayakan

SALAM PINTER – Sebagian besar orang hanya mengetahui beberapa tumbuhan yang dapat dibudidayakan secara hidroponik. Perlu diketahui, ada banyak beberapa tanaman hidroponik yang bisa anda budidayakan secara mudah. dalam artikel ini, saya akan membagikan jenis tumbuhan yang bisa ditanam dengan cara hidroponik.

Tanaman Bayam

bayam hidroponik

Sayuran ini yang memliki batang tegak dan terdapat kandungan air yang banyak. Selain itu juga batang bayam memiliki cabang yang monodial. Jenis akar yang dimiliki bayam yaitu tunggang. Akar tumbuhan ini dapat menembus kedalaman tanah sekitar 20-40 cm.

Ciri daunnya memiliki daun tunggal, warnanya hijau muda dan hijau tua. Bentuknya bulat lonjong.

Sayuran yang disukai serial kartun popey ini memiliki kelamin tunggal. Warnanya hijau tua dan mempunyai benang sari 1-5, daun bunga 4-5 dan buah.

Tanaman ini mengandung beberapa senyawa positif seperti serat yang berguna untuk diet. Selain itu bayam juga mempunyai flavonoid yang bisa mengatasi kanker pada tubuh.

Tanaman hidroponik ini dapat dibudidayakan daengan beberapa tahapan, yakni:

Tahap 1

Bibit bayam disemai seperti biasa pada tempat pot atau polybag. Proses ini dilakukan sampai helai daun bayam tumbuh. Biasanya tidak lebih dari 3 hari.

Tahap 2

Siapkan tempat yang sudah diisi dengan media hidroponik. Dan letakkan pada tempat yang terkena sinar matahari yang cukup. Kemudian masukan tanaman bayam yang sudah berhelai 2-3 kedalam wadah. Usahakan anda sudah mengisikan larutan nutrisi hidroponik seperti biasa.

Tahap 3

Lakukan perawatan, dengan mengontrol kadar larutan nutrisi dan penyinaran matahari.

Tahap 4

Panen dilakukan setelah tumbuhan bayam berusia 30-40 hari.

Tanaman Brokoli

tanaman brokoli

Sayuran yang satu ini bisa dibilang kembarannya kol, karena ada bagian yang sangat mirip. Misalnya pada bagian kembang, tanaman ini mempunyai warna hijau, namun jika kol berwarna putih. Kepala bungan pada brokoli dikelilingi dedaunan. Warnanya hijau dan tersusun rapat.

Sayuran ini termasuk dalam tanaman hidroponik.

Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan dalam pembudidayaan hidrponik pada brokoli.

Tahap 1

Pilihlah bibiti brokoli dengan kriteria yang bagus, tidak memiliki penyakit, tidak lecet dan rusak. Karena jika benih brokoli tidak berkualitas, maka pertumbuhannya tidak akan baik.

Lakukan penyemaian pada bibit selama 3-4 hari. Jangan sampai terkena sinar matahari langsung selama proses penyemaian.

Tahap 2

Setelah tempat hidroponik siap, pindahkan tanaman yang sudah disemai tadi kedalam media hidroponik. Lakukan dengan hati-hati. Untuk selanjutnya dilakukan proses perawatan.

Tahap 3

Perawatan tidak terlalu sulit, cukup dengan memperhatikan kapasitas larutan nutrisi dan penyinarannya. Jika musim penghujan tiba, perhatikan kandungan air pada wadah. Karena jika terlalu banyak air maka akan terjadi pembusukan pada tanaman.

Tahap 4

Proses panen dilakukan setelah brokoli memiliki ukuran yang cukup. Biasanya berkisar antara 30-40 hari dari masa tanam.

Tanaman Buncis

buncis hidroponik

Buncis sebenarnya tanaman yang berasal dari Amerika. Saat musim panas tiba, tumbuhan ini memiliki salah satu ciri membelit dan merambat.

Sayuran ini memiliki ciri permukaan kulit yang kasar, berwarna sedikit hijau, ketika bucis dipotek akan terdengar suara letup.

Kandungan vitamin yang sangat banyak pada buncis ternyata dapata menurunkan tekanan darah. Selain itu bagi anda yang mempunyai diabetes, sayuran ini bisa dijadikan solusinya untuk pengobatan alami.

Beberapa manfaat lain pada buncis ternyata dapat mengontrol kadar gula pada tubuh, menambah metabolism badan, menurunkan kalori, batu ginjal dan melancarkan proses pencernaan.

Untuk anda yang menggemari makanan, buncis biasanya dibuat tumis.

Tahapan yang bisa anda lakukan dalam budidaya tanaman hidroponik buncis tidak jauh berbeda dengan sayuran lainnya.

Tahap 1

Pilihlah kriteria buncis yang akan anda tanam. Karena tanaman ini mempunyai dua jenis yaitu buncis yang memiliki tipe tegak dengan ketinggiannya 60-70 cm.

Semetara itu untuk jenis kedua, yakni buncis yang merambat. Tinggi yang dapat dicapainya bisa sampai 3 meter.

Setelah itu, anda siapkan bibit buncis yang dapat diambl dari buah yang sudah tua. Langkah selanjutnya sama seperti bagian-bagian sebelumnya, yaitu dengan melakukan penyemaian pada buncis.

Tahap 2

Perhatikanlah jarak tanam buncis ini. Jika musim hujan hendaknya anda beri jarak 70 x 70 cm atau bisa juga 60 x 70 cm. Namun, jika musim kemarau tiba berikan jarak 60 x 60 cm atau 50 x 60 cm.

Masukanlah bibit yang sudah disemai selama 3-4 hari hingga tumbuh tunas. Masukan kedalam wadah tanaman hidroponik yang sudah disesuakan jaraknya tadi.

Tahap 3

Perawatan dilakukan sama seperti pada umumnya, yaitu cukup dengan memperhatikan nutrisi dan penyinaran matahari.

Selain itu juga anda perhatikan gulma dan hama yang bisa menyereng daun, batang atau bagian tanaman lainnya.

Tahap 4

Panen buncis pada sistem hidroponik biasanya sudah berumur 45-50 hari. Perlu diketahui, ternyata buncis bisa dipanen hingga 20 sampai 25 kali dalam satu musim. Namun itu juga perlu memperhatikan kondisinya.

Tanaman Cabe

tanaman cabe, cabai

Cabe adalah salah satu tanaman yang banyak dijumpai di Indonesia. Kegunaannya sebagai bahan masakan sudah beragam jenisnya. Mulai dari sambal sampai sayur cabe.

Variasi harga yang berbeda-beda dapat dirasakan konsumen cabe, mulai dari tengkulak sampai ibu rumah tangga.

Sayuran ini selain dibudidayakan secara konvensional, ternyata dapat ditanam melalui hidroponik.

Tidak jarang banyak orang yang meminati bisnis tanaman hidroponik cabe ini. Selain mudah juga cepat.

Berikut ini tahapan dalam menanam sistem hidroponik pada cabe.

Tahap 1

Memililih varietas unggul cabe yang ada di Indonesia. Terdapat beberapa jenis mulai dari hybrida sampai lokal. Saran saya sebaiknya gunakan cabe hybrida, karena selain bagus buahnya, jenis cabe ini juga mempunyai daya tahan yang cukup terhadap hama.

Selanjutnya semailah bibit yang sudah dipilih kedalam wadah plybag atau pot kecil. Anda juga bisa menggunakan bekas gelas minuman mineral.

Tahap 2

Pemindahan cabe setelah disemai kedalam media tanaman hidroponik, berlangsung sekitar 5-7 hari saat menyemai. Baru, setelah itu bisa dipindahkan.

Jangan lupa juga untuk menambahakan larutan nutrisi pada media.

Tahap 3

Perawatan dilakukan seperti biasa, yatu dengan mengontrol volume larutan nutrisi. Jika sudah sedikit lakukan penambahan kembali. Selain itu penyinaran matahari juga perlu diperhatikan supaya cabe dapat tumbuh dengan baik.

Tahap 4

Cabe termasuk kedalam tanaman hidroponik yang mempunyai masa panen 80 sampai 90 hari. Ciri yang bisa ditemui pada cabe siap panen adalah mulai muncul warna merah dan garis hijau yang sudah memudar.

Tanaman Daun Bawang

tanaman daun bawang

Siapa yang tidak tahu dengan tanaman ini? Tumbuhan yang dari keluarga bawang-bawangan ini menjadi salah satu yang berkontribusi di dunia bumbu masakan.

Dikalangan koki atau ibu rumah tangga, daun bawang sudah tidak asing lagi. Penyedap alami yang bermanfaat dalam pembuatan masakan sepeti bakso, tumis atau bubur.

Pada zaman sekarang, daun bawang sudah menjadi salah satu tanaman hidroponik. Karena tubuhan ini dapat dibudidayakan dengan cara hidroponik di lingkungan rumah. Untuk anda yaang memiliki lahan yang terbatas, cara ini dapat digunakan.

Tahap 1

Media tanaman hidroponik biasanya terbuat daricampuran sekam, serbuk kayu, mineral, air dan pasir. Buatlah seperti demikian. Untuk wadahnya anda bias menggunakan paralon atau pot.

Siapkan benih daun bawang yang diambil dari anakan induk tanaman ini.

Tahap 2

Masukan benih kedalam media satu per satu. Lakukan perawatan dengan memperhatikan larutan nutrisi. Selain itu, ketersediaan matahari juga diperhatikan.

Tahap 3

Lakukan pemangkasan pada daun yang sudah kering. Hal ini dilakukan untuk anda yang menanam hidroponik daun bawang hias. Bukan untuk skala konsumsi yang rutin. Lakukan hal ini setiap 2 bulan sekali.

Tahap 4

Pemanenan dilakukanan bertahap untuk daun bawang ini. Anda bisa mengambil beberapa bagian yang sudah cukup tua dan menyisakan bagian yang kecil supaya nanti dapat di panen kembali.

Tanaman Kailan

Source: dzargon.com

Memiliki bunga kecil layaknya bunga pada kol ialah salah satu ciri dari tanaman kalian. Selain itu, sayuran ini juga memiliki warna yang hijau pada batang dan daun.

Kilan adalah tumbuhan yang didatangkan dari negeri tirai bambu. Biasanya, masyarakat menyebutnya brokoli cina.

Kandungan yang dimiliki tanaman ini diantaranya vitamin B, vitamin C, kalsium, zat besi, antioksidan, serat dan mineral.

Sudah tidak aneh lagi, sayuran ini sering dijadikan masakan oleh kalangan ibu-ibu atau koki di restoran. Masakan yang diolahnya biasanya dijadikan tumis.

Untuk membudidayakan tanaman hidroponik ini, ada beberapa tahap yang harus dilakukan.

Tahap 1 (Pemilihan bibit dan peralatan)

Siapkan beberapa bahan dan alat :

  • Rockwool
  • Bibit kalian
  • Sumbu
  • Botol plastik bekas
  • Cutter
  • Air
  • Nampan plastik

Tahap 2

  • Bibit kalian direndam dengan menggunakan air hangat sekitar 2 jam.
  • Potong rockwool dengan ukuran 3×3 cm dan susun diatas nampan.
  • Tambahkan air kedalam nampan yangsudah disusun rockwoo (jangan sampai rockwool tergenang).
  • Lubangi rockwool dengan lidi pada bagian tengahnya.
  • Selanjutnya, taruhlah satu biji kailan yang telah direndam tadi (pilih yang sudah tenggelam) kedalam lubang rocwool.
  • Simpan nampan yang memuat susunan rockwool di tempat yang minim dengan cahaya selama 2-3 hari.
  • Jika bibit sudah berkecambah, pindahkan ke tempat yang terkena sinar/cahaya matahari. Jangan lupa, rockwool haru tetap dalam keadaan lembab jangan sampai kering.
  • Jika benih sudah berdaun, maka saatnya anda pindahkan ke tempat hidroponik kit.

Tahap 3

Buatlah tempat tanaman hidroponik kit, karena nantinya akan dijadikan wadah hiropinik tanaman kailan. Atau juga anda bisa membelinya langsung di toko biar praktis.

Masukan benih tanaman kailan ini yang sudah berdaun kedalam hiroponik kit.

Tanaman Kangkung

kangkung hiroponik

Source: youtube

Tanaman ini banyak ditemukan dirawa-rawa, sawah atau kolam yang tidak terawat. Sayuran ini mempunyai masa panen yang cukup cepat yaitu dengan menunggu 4 sampai 6 minggu, kangkung sudah dapat di panen.

Kesempatan bagi anda yang ingin membudidayakannya, saya akan berbagi tips bagaimana tanaman hidroponik ini ditanam.

Sistem hidroponok direkomendasikan untuk anda yang minim lahan bercocok tanam. Berikut ini adalah langkah-lankahnya.

Tahap 1

Siapkan benih kangkung yang berkualitas. Saran saya anda beli di toko-toko pertanian yang dekat dengan rumah anda. Lalu semailah benih tersebut kedalam wadah atau juga bisa langsung anda tanam di dalam media hidroponik.

Tahap 2

Bagi anda yang melakukan penyemaian bibit kangkung, segera pindahkan kangkung setelah berusia 4-5 hari kedalam wadah tanaman hidroponik. Berikan larutan nutrisi yang anda buat seperti yang sudah saya sampaikan sebelum-sebelumnya.

Letakan di tempat yang terkena sinar matahari supaya pertumbuhan kangkung bagus.

Tahap 3

Lakukan perawatan dengan mengatur larutan nutrisi dan penyinaran.

Tahap 4

Panen dilakukan dengan memetik tangkai pada daun kangkung. Lakukan secara hati-hati jangan sampai merusaknya. Pada tahapan ini, panen dapat dilakukan 3-4 kali waktu.

Tanaman Pakcoy

pakcoy hidroponik

Source: yoonhidroponik.web.id

Tumbuhan yang banyak dibudidayakan di Indonesia ini adlah salah satu komoditas sayur terpopuler. Selain itu kemampuan pakcoy yang cocok ditanam didataran rendah menjadi salah satu khasnya. Terlebih lagi sayuran ini tidak cepat busuk.

Pakcoy memiliki ciri batang yang pendek, akar berjenis serabut, berwarna hijau dan berdaun lebar.

Kandungan yang terdapat dalam sayuran ini ialah vitamin A, vitamin K, glukosinolat, asam folat, vitamin E dan serat.

Senyawa tersebut mempunyai beberapa manfaat bagi kesehatan. Tidak jarang, selain sayuran ini dijadikan sebagai bahan masakan, ternyata sebagian orang menjadikannya sebagai obat herbal.

Khasiat pada pakcoy diataranya dapat mencegah kanker, meningkatkan kekebalan pada tubuh, kesehatan mata, kesehatan tulang, jantung, tekanan darah dan menstabilkan berat badan. Itu hanya beberapa manfaat yang terdapat pada pakcoy.

Langkah yang bisa anda lakukan, jika ingin membudidayakannya secara hidroponik adalah :

Tahap 1

Seperti biasa, anda lakukan penyemaian pada bibit pada tahapn ini. Pilihlah bibit yang berklualitas. Siapkan nampan atau pot dan berikan tanah kompos. Lalu bibit ditaburkan kedalamnya.

Pakcoy memerlukan waktu 7-10 hari untuk proses pemindahan selanjutnya kedalam media hidrooponik.

Indikator yang tepat ketika tanaman ini sudah layak di pindahkan adalah dengan melihat jumlah helai daun. Biasanya sudah mempunyai 4-5 helai daun baru bisa dipindahkan.

Tahap 2

Proses pemindahan bibit dari penyemaian setelah  7-10 hari. Siapkan wadah tanaman hidroponik yang sudah diberikan media dan nutrisi.

Pindahkan satu per satu sayuran pakcoy yang sudah mempunyai 4-5 helai daun. Bersihkan dari tanahnya dan masukan kedalam media hidroponik.

Tahap 3

Jika nutrisi yang ada dalam hidroponik sudah mulai habis, segeralah tambahkan lagi. Proses pemeliharaan ini sangatlah mudah dan sederhana.

Selain itu pemeliharaan pakcoy dari sisi hama tidak perlu memerlukan tindakan yang sulit. Karena hama dan penyakit pada pakcoy ini tidak banyak.

Semerntara itu dari sisi penyinaran matahari, seperti biasa letakkan media yang bisa terkena sinar matahari.

Tahap 4

Terhitung dari masa setelah tanam yaitu 20 sampai 30 hari, anda bisa segera melakukan panen.

Sayuran yang sudah bisa dipetik mempunyai ciri daun yang relatif pendek, tangkai berwarna hijau dan berbentuk oval yang melebar.

Tanaman Pare

pare hidroponik

Source: materipengetahuanumum.blogspot.co.id

Sayuran yang terkenal pahitnya ini mempunyai ciri-ciri buah yang memanjang dengan warna hijau. Selain rasanya yang pahit, buah pare memiliki bintil yang tidak beraturan.

Tanaman pare memiliki mahkota yang berwarna kuning, tangkai panjang, dalam satu pohon memiliki dua kelamin serta memiliki bunga yang tunggal.

Jika dilihat dari bagian daun, tanaman pare memiliki warna hijau tua. Serta memiliki bentuk seperti jantung dengan panjang 3,5 sampai 8,5 cm dan lebar 4 cm.

Kandungan yang terdapat pada buah pare adalah lemak, air, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, zat besi, fosfor, kalsium, serat, karbohidrat, lemak, protein dan energy.

Selain dijadikan sebagai bahan untuk masakan seperti sayur, tanaman ini juga dapat berkhasiat untuk meningkatkan gula darah, meningkatkan kekebalan dan menangkal sel kanker.

Teknik hidroponik yang dapat dilakukan untuk menanam pare ini sangat mudah.

Yang pertama, siapkan biji pare yang sudah tua untuk dijadikan benih. Lalu anda semai seperti biasa di dalam polybag atau sejenisnya.

Siapkan rangkaian hidropokik yang banyak dibahas sebelumnya.

Setelah sayuran pare ini tumbuh tunas sekira 4 hari, selanjutnya tinggal pindahkan ke dalam wadah tanaman hidroponik.

Perawatan seperti biasa dengan mengatur komposisi banyaknya larutan nutrisi dan penyinaran matahari yang cukup.

Sementara itu untuk panen biasanya dilakukan sekitar 2 bulan atau bisa juga kurang.

Tanaman Sawi

sawi hidroponik

Sayuran ini memiliki ciri khas batang pendek dan beruas. Daunnya membentuk lonjong dan memanjang. Sementara itu bunga sawi memiliki banyak cabang dan memanjang. Bagian akar tamanan ini memiliki jenis tunggang sera bercabang.

Sawi memiliki kandungan senyawa positif yang sangat banyak. Seperti folat, zet besi, fospor, magnesium, teptofon, mangan, kalium dan kasium. Sementara itu sayuran ini juga memiliki kandungan vitamin yang besar. Diantaranya vitamin A, B, C, E dan K.

Jika dilihat dari manfaatnya bagi kesehatan, sawi ternyata banyak manfaatnya.

  • Vitamin K pada tanaman ini dapat menyehatkan tulang.
  • Kandungan sulfurnya dapat menghambat terjadinya kanker pada tubuh.
  • Antioksidan pada sawi dapat mengatasi diabetes.
  • Kandungan Vitamin A pada sawi dapat menyehatkan rambut dan kulit.
  • Kandungan kolin pada sayuran ini bisa membantu meningkatkan memori dan menyenyakan tidur.

Secara sederhana, sistem hiroponik pada tanaman sawi mudah dilakukan.

Secara teknis hampir sama seperti tanaman kailan dan sejenisnya. Mulai dari penyemaian sampai dengan panen.

Tanaman Selada

tanaman hidroponik selada

Tanaman yang biasa hidup didataran rendah dan tinggi ini memiliki ciri membentuk krop. Artinya daun pada tanaman ini rapat dan membentuk bulat seperti kepala.

Ada beberapa macam selada, diantaranya selada telur/kepala, selada rapuh, selada daun, selada batang.

Kandungan yang terdapat dalam selada yaitu vitamin A, vitamin C, vitamin E, zat besi, potassium, kalium, asam float dan antioksidan (zeaxanthin).

Umunya salada digunakan sebagai sajian untuk salad. Akan tetapi ada beberapa manfaat lain yang terdapat dalam selada seperti :

  • Memperbaiki organ
  • Panas dalam
  • Melancarkan metabolisme
  • Menjaga kesehatan badan
  • Kulit kering
  • Mengobati insomnia

Dalam membudidayakan selada melalui hidroponik, anda harus mengikuti tahapan berikut ini:

Tahap 1

Mempersiapkan bahan dan alat seperti:

  • Sumbu
  • Pot tanaman
  • Tendon nutrisi
  • Air baku
  • TDS
  • Media tanam
  • Benih selada
  • Nutrisi hidroponik

Tahap 2

Pilihlah varieties bibit selada yang cocok untuk dataran rendahdan tinggi. Berikut ini beberapa bibit yang bisa anda jadikan rekomendasi :

  • Iceberg
  • Geand Rapids
  • Lettuce Red Roamaine
  • Kriebo

Tahap 3

Pada bagian ini, saatnya anda memindahkan bibit selada yang sudah disemai dan berumur 25 hari kedalam sistem hiroponik.

  • Sebelumnya anda siapkan media tanam, pot, larutan nutrisi, tendon
  • Kemudian anda pasang sumbu pada pot yang telah disesuaikan/diukur terhadap kedalaman tandonnya. Kalau bisa sumbu dapat menyentuh dasar tendon.
  • Selanjutnya bukalah media semai, baik itu dalam polybag atau nampan dengan hati-hati. Jangan sampai bibit selada rusak.
  • Masukan bibit tersebut kedalam pot kemudian isi dengan media tanam sampai penuh.
  • Buatlah nutrisi hidroponik dengan dosis yang tidak terlalu tinggi.
  • Segera letakan pot dan susun pada tendon hidroponik.
  • Letakan ditempat teduh selama 3 hari untuk proses adaptasi. Setelah itu baru anda bisa letakan kembali ke tempat yang terkena matahari.

Tahap 4

Perawatan yang dilakukan untuk tanaman selada hidroponik ini sangatlah mudah. selalu berikan nutrisi yang cukup dan sinar matahari.

Usahakan suhu tetap stabil dan tidak terlalu panas. Karena jika suhu tinggi, peluang untuk tanaman selada ini akan layu bahkan mati. Maka dari itu perlu diperhatikan.

Selain itu, perhatikan juga larutan nutrisi. Jika nada menggunakan tendon dengan ukuran kecil, kemungkinan akan cepat habis larutan tersebut. Maka dari itu sering-seringlah untuk mengeceknya.

Tahap 5

Umur panen selada dengan sistem hidroponik biasanya memiliki perbedaan yang sangat jauh dengan sistem tanam tanah biasa.

Panen selada pada sistem hidroponik, keseluruhannya sekitar 58-60 hari. Jika dihitung dari pemindahan tanaman saat penyemaian, hanya 23 hari saja, selada ini berada dalam sistem hidroponik.

Tanaman Seledri

tanaman selederi

Sayuran yang sering menjadi tambahan bumbu penyedap alami ini sudah dapat dibudidayakan secara hidroponik. Selain mudah untuk dilakukan, perbedaan teknis yang sangat sederhana jika dibanding dengan sistem tanam konvensional.

Melihat permintaan seledri oleh konsumen yang stabil setiap harinya, membuat kebutuhan seledri ini tinggi. Akan lebih baik jika anda terjun ke dunia budidaya seledri hidroponik.

Berikut ini akan saya berikan tahapan untuk memulai bercocok tanam hidroponik pada seledri.

Tahap 1

Carilah bibit yang bagus. Artinya tidak cacat atau luka pada bagian organnya. Benih bisa anda dapatkan dengan cara membeli nya di toko atau memilih anakan seledri pada petani.

Tahap 2

Semailah bibit tersebut didalam polybag yang telah diisi media tanam seperti kompos dan pupuk kandang. Proses penyemaian sampai muncul 2-3 helai daun seledri.

Tahap 3

Pemindahan kedalam media hidroponik setelah menyemai 2-3 hari dilakukan. Seledri dipindahkan dengan cara hati-hari dan dibersihkan dari tanah.

Tahap 4

Lakukan pemeliharaan dengan mengatur larutan nutrisi dan penyinaran sinar matahari pada tanaman seledri.

Tahap 5

Panen seledri bisa dilakukan sekitar 30-40 hari dari masa tanam. Caranya cukup dengan mencopot tanaman seledri dari wadah hidroponik, kemudian mencucinya dengan bersih.

Demikianlah artikel terkait jenis tanaman hidroponik yang bisa saya tulis. Semoga bermanfaat bagi anda yang ingin memulai mencoba budidaya sistem hidroponik ini. Sekian dan terimakasih.

 

Show Comments

No Responses Yet

  1. Anonymous November 1, 2018

Leave a Reply

%d bloggers like this: